Terkini.id, Pangkep - Setahun Program INKLUSI YKPM Sulsel yang dilaksanakan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, KAPAL Perempuan menggelar audit keuangan dan program di wilayah sasaran Program INKLUSI baik di wilayah kepulauan maupun di pegunungan.
Perwakilan KAPAL Perempuan Budhis Utami yang hadir langsung ke Pangkep mendampingi proses Audit ini menyampaikan bahwa audit ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan dan para penerima manfaat di wilayah program.
"Sudah setahun program Inklusi ini berjalan di Kabupaten Pangkep, kami bekerjasama dengan Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) Sulsel selaku pelaksana di lapangan dengan jumlah wilayah sasaran Program sebanyak 13 desa, tentu kita ingin melihat selama setahun ini apa saja manfaat yang dirasakan oleh penerima manfaat, apakah telah tepat sasaran, termasuk juga melihat bagaimana bentuk transaparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan selama pelaksanaan program ini," kata Budhis.
Direktur YKPM Sulsel Muliadi Prayitno juga mengemukakan bahwa di Pangkep sendiri proses Audit akan berjalan kurang selama 3 hari yakni 4-6 Oktober Tim Audit akan melakukan kunjungan ke wilayah pegunungan dan kepualuan.
"Iyah jadi audit kali ini pihak KAPAL perempuan akan langsung ke lokasi 2 desa yang akan di audit yaitu Desa Tompo Bulu di wilayah pegunungan dan Desa Mattiro Labangeng di wilayah kepulauan," ujarnya, Senin, 9 Oktober 2023.
Audit Partisipatif ini bertujuan memperkuat kelembagaan YKPM baik dalam pengelolaan keuangan maupun managemen Program INKLUSI.
Dalam prosesnya, KAPAL Perempuan menggali informasi dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program misalnya ibu-ibu anggota sekolah perempuan, kepala OPD, Camat, kepala desa, multipihak, NGO dan media.
Sasaran program di Wilayah kepuluan misalnya tim audit KAPAL Perempuan ke Pulau Laiya , tanggal 6 Oktober 2023 mereka bertemu dengan 20 orang anggota Sekolah Perempuan Desa Mattiro Labangeng yang berasal dari 2 pulau, yaitu Pulau Laiya dan Pulau Polewali.
Dalam diskusinya, tim audit menanyakan ke peserta mengenai Program INKLUSI, misalnya sejak kapan terlibat dalam Program INKLUSI, kegiatan apa saja yang sudah diikuti dan perubahan apa yang dirasakan.
Ratna Sita, salah satu peserta audit dari Pulau Polewali bercerita kalau dia mengikuti Program INKLUSI sejak April 2022 dengan menjadi anggota sekolah perempuan Pulau Polewali.
"Alhamdulillah sslama bergabung dalam program ini, sudah banyak kegiatan yang kami ikuti, seperti pertemuan rutin sekolah perempuan, kampanye Hari Perempuan International dan menghadiri penandatanganan MoU Program INKLUSI dengan Bupati Pangkep dan KAPAL Perempuan-YKPM Sulsel," ujarnya.
Ratna Sita menyampaikan rasa senangnya bisa bergabung di Sekolah Perempuan karena baginya materinya sangat menarik dan sangat dekat dengan masalah-masalah yang sering dia hadapi sebagai perempuan dan membuatnya semakin percaya diri untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan di ruang publik.
Selain audit ke penerima manfaat, audit juga dilakukan ke pemangku kepentingan seperti ke kepala OPD, Camat, kepala desa, multipihak kabupaten dan desa, NGO serta media yang digelar di Cafe Logos Coffeen untuk mendengar langsung saran masukan dan evaluasi para pihak ini atas program INKLUSI yang sedang berjalan dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca audit partisipatif ini.










