Terkini.id, Pangkep - Direktur PT. Tonasa Tour & Travel (3T), Syamsul Rizal mengungkapkan budidaya ikan nila reknologi bioflok dilahan bekas tambang merupakan salah satu program pengembangan unit bisnis 3T, pelaksanaan program kegiatannya dimulai sejak bulan Maret 2020 sebagai pengelola.
"Memanfaatkan bekas lahan tambang yang disulap sedemikian rupa untuk budidaya ikan nila, hanya saja Ini menggunakan teknologi bioflok karena ada keunggulan tersendiri dibanding sistem Keramba Jaring Apung," kata Symasul, Rabu, Juli 2020.
Budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok, kata Syamsul, menjadi salah satu alternatif lain yang dapat diterapkan oleh para pembudidaya ikan saat ini.
Teknologi Bioflok menjadi populer karena jika dibandingkan dengan sistem konvensional lainnya, sistem ini memiliki beberapa kelebihan. Bioflok lebih irit pakan dan masa panen lebih cepat.
"Sekarang kita budidayakan ini menggunakan wadah dari bak terpal dengan diameter 4 dan dapat diisi ikan sebanyak 1000 ekor. untuk saat ini baru empat bak dan rencananya adalah 120 bak wadah yang akan kita siapkan," ucapnya.
Keunggulan lain dari budidaya ikan teknologi bioflok ini kita bisa menghemat waktu budidaya, jika dengan keramba itu bisa sampai 6 bulan baru panen sementara bioflok cukup 3 sampai 4 bulan kita sudah dapat di panen dengan berat 4 ekor ikan nila perkilonya.
Syamsul mengatakan potensi pasar di Sulawesi Selatan yang masih begitu besar kebutuhan ikan nilanya, dan pengelolaannya masih terbatas karena rata-rata pembudidaya yang ada di Sulawesi Selatan umumnya masih menggunakan sistem Tambak atau Empang yang mana sangat tergantung dengan musim hujan.
"Berbeda dengan teknologi bioflok ketersediaan ikan bisa terjaga dan sementara ini sudah ada untuk industri yang siap bermitra dengan kami dimana kebutuhannya per 2 minggu paling sedikit 5 ton," katanya.
Sementara Kepala Biro Humas PT. Semen Tonasa Andi Said Chalik, mengatakan keunggulannya dari teknologi budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok, kita bisa menghemat pakannya. Ikan yang dihasilkan juga mempunyai kalori tinggi, protein tinggi intinya akan mempengaruhi kualitas ikan dan mutu, imbuhnya.
"Budidaya ikan nila tersebut sebagai salah satu kegiatan pemanfaatan lahan bekas tambang untuk mendukung program pencapaian proper PT. Semen Tonasa," ujarnya.










