Terkini.id, Pangkep - Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Prof Muhammad Rizal mengujungi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DPPKB) Kabupaten Pangkep.
Kunjungan tersebut tidak lain pembinaan dan silaturahmi bersama dengan para pegawai di DPPKB Pangkep.
"Seluruh PKB/PLKB dapat bekerja lebih giat terutama dalam pemanfaatan hasil Pendataan Keluarga tahun 2021, untuk melakukan kegiatan secara kualitas dan kuantitas dalam usaha penurunan kasus Stunting di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan," kata Prof Rizal Rabu, 30 Juni 2021.
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ritamariani, menuturkan jika arahan Deputi Prof Muhammad Rizal tentang pentingnya penurunan angka stunting.
"Arahannya beliau menekankan pentingnya kita mengetahui mengenai penanganan stunting di mana BKKBN tahun ini, telah ditunjuk menjadi ketua Tim dalam penurunan angka stunting dari 27.67%, menjadi 14.00% di tahun 2024, yang artinya kita mempunyai tugas untuk menurunkan sebanyak 2.73% setiap tahunnya," katanya.
Kepala Dinas DPPKB Pangkep dr Nurlia mengungkapkan, kunjungan Deputi Litbang ini memberi semangat pada PKB /PLKB dalam membentuk Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dengan ciri khas masing - masing desa / kelurahan dengan memanfaatkan potensi - potensi pertanian, yang sesuai komuditas unggulan pertanian yang ada.
"Pemanfaatan itu misalkan menanam buah - buahan yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi, sehingga terwujud katahanan pangan yang kokoh dan kuat serta melengkapi Rumah Data di setiap kampung KB untuk menampilkan data yg selalu terupdate sehingga bisa menjadi sumber data bagi para penentu kebijakan tentunya ini akan mewujudkan Pangkep kuat, sehat, dan sejahtera, bebas Stunting menuju Pangkep Hebat," ujarnya.
Adapun Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Ir Alfiah Muthmainah menambahkan ada 50 Kampung KB dengan 24 Kampung KB yang aktif sejak pembentukan tahun 2016 dan 26 Pokja Kampung KB yang baru dibentuk tahun 2021 ini, serta adanya 56 PKB dan 1 PLKB yang tersebar di 13 Kecamatan menjadi motor penggerak, tentunya harapan mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas menurunkan kasus Stunting bisa terwujud melalui komitmen bersama semua unsur yang terlibat.
" Tadi, Prof mengharapkan agar DPPKB Kab Pangkep dalam penanganan Stunting ini dapat melakukan berbagai inovasi dan mengoptimalkan 3 tombak penggerak yang ada, dilapangan yaitu Penyuluh KB, Bidan dan PKK sehingga tujuan kita dapat tercapai dengan baik," katanya.










