100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Berikut Program yang Telah Diluncurkan

Terkini.id, Pangkep – Bupati dan Wakil Bupati Pangkep Muhammad Yusran lalogau (MYL) dan Syhaban Sammana, telah memasuki 100 kerja sejak dilantik sebagai pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Dalam kurun waktu 100 hari, pasangan tersebut telah meluncurkan pelbagai program untuk masyarakat Pangkep.

“Tentu saja, program-program ini atas kerjasama semua pihak,” kata Yusran, Rabu, 9 Juni 2021.

Baca Juga: Capai 100 Persen Pendataan, BKKBN Beri Penghargaan Pangkep

Dalam kegiatan capaian 100 hari kerja MYL-SS, Yusran menyampaikan di depan kepala desa dan kelurahan, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pangkep untuk terus bekerja agar mewujudkan Pangkep Hebat sesuai visi-misi Bupati Pangkep dan Wakil Bupati Pangkep.

Berikut program-program yang telah diluncurkan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep dalam kurun waktu 100 hari kerja. 

Baca Juga: MYL: Saya Ingin Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Pangkep

1. Pangkep Kuat 
Program pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menciptakan aparat pemerintahan yang lebih professional, transparan, partisipasif, dan bertanggung jawab, government digital, pengembangan kualitas pelayanan dan etika publik, serta referomasi birokrat.

Program ini lebih awal diwujudkan usai Bupati Yusran dilantik dengan mengumpul semua pimpinan OPD. Pihaknya melakukan upaya konsolidasi internal yang meliputi kepegawaian, asset, keuangan, dan kelembagaan. 

Tujuannya, untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Selain itu, untuk menjawab kebutuhan kecepatan layanan masyarakat, pihaknya juga sudah mendorong dan menandatangani persetujuan bersama Ranperda Perubahan Ketiga Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pangkep atau perampingan OPD.

Baca Juga: Di Pangkep Akan Dibangun Balai Latihan Kerja Bahasa

Di bagian lain, untuk dapat menjawab tuntutan masyarakat dalam melakukan pelayanan publik, dilakukan pemetaan kompetensi pegawai dalam rangka pengelolaan dan pengembangan talenta ASN kepada 104 jabatan administrator, 136 jabatan pengawas, dan 116 jabatan pelaksana. Pada 2 Juni, pemerntah Yusran-Syahban juga telah melaunching aplikasi Simpada (Sistem Informasi Manajemen Pajak dan Retribusi Daerah).

2. Pangkep Maju
Menjadikan tata ruang Pangkep lebih terencana, dengan membangun kawasan baru, serta menciptakan taman keindahan kota, melakukan bedah rumah warga tak mampu. Program bedah rumah untuk 145 unit ini tersebar di lima kecamatan; seperti Minasatene, Pangkajene, Bungoro, Marang dan Kecamatan Segeri. Anggarannya mencapai Rp2,9 miliar bersumber dari APBN dalam bentuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). 

Bersamaan bedah rumah, juga diluncurkan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di empat kecamatan, seperti Bungoro, Minasatene, Labakkang dan Ma’rang. Total dana APBN yang digelontorkan mencapai Rp5,4 miliar. 

Di bidang infrastruktur jalan, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bupati Yusran telah melakukan perbaikan sejumah ruas jalan yang rusak baik jalan daerah maupun  di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Seperti di sepanjang 3 km jalan di poros Minasatene, ruas jalan Alekarajae-Padanglampe sepanjang 700 meter akibat aktivitas tambang di wilayah tersebut, serta penambalan jalan di ruas jalan dalam kota Pangkajene.

 

3. Pangkep Cerdas
Program yang mencerdaskan dan meringankan beban pendidikan bagi rakyat Pangkep. Diluncurkan bertepan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021, program ini menjadikan setiap sekolah menjadi sekolah hebat dengan memberikan secara gratis pakaian seragam kepada siswa SD dan SMP setiap tahun. Juga pemberian beasiswa kepada anak didik yang berprestasi dan kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga mencanangkan gerakan satu sekolah satu musala, E-Disdik Hebat, serta gerakan tuntas paket, baik paket B maupun paket C.
Pemerintah kabupaten juga melakukan ikrar bersama untuk menjadikan Pangkep zero stunting pada 2026 

4. Pangkep Berprestasi
Dilauncing pada Senin 24 Mei 2021 dengan nama Si Bijak (Aksi Bidang Jasa Konstruksi), Pemkab Pangkep memberikan pendidikan sekaligus uji sertifikasi kepada bidang jasa konstruksi kepada 76 orang perwakilan perusahaan konstruksi di Pangkep. Tujuannya untuk peningkatan SDM dan serapan tenaga kerja terampil lokal. Program prestasi lainnya adalah mewujudkan Pangkep sebagai Dokter Kota (Dokumen RDTR Kawasan Perkotaan). Di bagian lain, juga ada pemberian pendidikan kewirausahaan pemuda, UMKM, dan penguatan organisasi pemuda. 

5. Pangkep Sehat
Program yang diluncurkan Rabu 5 Mei 2021, mendapat respons positif dari semua kalangan. Program unggulan yang diberi nama Sijagai (Siap, Jemput, Antar, Jaga, dan Peduli) ini dikemas dalam tiga kegiatan, yakni program home care dan home visit yang diaplikasikan dalam kegiatan kunjungan petugas medis secara berkala kepada pasien dengan kriteria penyakit kronis berat dan tidak mampu lagi ke sarana puskesmas atau rumah sakit. 

Program Jemput Antar Ambulance, penanganan kedaruratan medik dan Layanan Panduan Call Center, yakni layanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan medik di tempat dan yang membutuhkan bantuan ambulance akan segera dikunjungi tim yang bertugas. Sejak diluncurkan, program ini melibatkan 3.265 tenaga kesehatan dari dua rumah sakit — RS Batara Siang dan Rumah Sakit Pratama. 

Sebanyak 23 puskesmas, dan 70 Puskesmas Pembantu. Ada juga dilibatkan 5 klinik, 38 unit ambulance, dan 1 unit ambulance laut. Program ini terus berlanjut di masyarakat, baik kepada pasien yang butuh penanganan di wilayah daratan maupun di kepulauan.

Selain itu, ada program kotak Korona (Koko) yang diharapkan fokus pada pengendalian Covid-19 selama 100 hari pertama pemerintahan Yusran-Syahban. Hasilnya, pada April lalu, kasus Covid-19 di Pangkep berhasil ditekan hingga titik zero dan dinyatakan sebagai daerah hijau. 

Bupati juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan garam sehat produksi local, juga kampanye pencegahan stunting dengan makan sayur kelor serta gerakan menanam sayur di pekarangan di daerah-daerah yang rawan stunting.  

Dan kolaborasi 3 Organisasi Perangka Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Perikanan. Dengan program keluarga berkualitas dengan 3 M (Messo, Magala, Macca). Ketiga OPD ini berkomitmen untuk mewujudukan zero stunting di tahun 2026. 

6. Pangkep Sehat
Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan membangun pusat perdagangan dan distribusi produk–pruduk masyarakat, memberikan bantuan modal bagi usaha UMKM, dan melaksanakan gerakan ekonomi pulau, sebagai program peningkatan ekonomi masyarakat kepulauan, kartu tani, pembentukan badan usaha desa (Bumdes), pemanfaatan lahan kosong produktif, serta membangun pusat pengembangan holtikultura. 

Program ini diluncurkan pada Selasa 27 April 2021, dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui perencanaan pola tanam  dan penetapan jadwal pola pembagian air untuk mengairi 8.500 hektare lahan sawah di Pangkep, penyerahan peralatan kerja petugas pintu air (PPA) dan pekerja saluran (PS), pemberian bantuan benih padi kepada petani untuk 8.500 hektare, pembangunan Irigasi Perpompaan di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, serta pembangunan 550 paket sanitasi untuk 11 desa di tujuh kecamatan.

Bukan hanya itu, melalui Dinas Perikanan, bupati mengukuhkan petugas Sipetak (Sistem Informasi Pengolahan Tambak) yang dapat mempermudah pembudidaya untuk mendapatkan informasi petakan tambak dalam mengelola revitalisasi saluran dan manajemen kualitas air. Pun, juga dilakukan penyerahan bantuan bibit udang, penyerahan hasil kultur probiotik, penyerahan klaim asuransi pembudidaya ikan, serta meluncurkan Toko Tani Indonesia Centre. Tak ingin ketinggalan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga melakukan penyerahan bantuan mesin jahit untuk kelompok UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) untuk mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga.ß

7. Pangkep Berbudaya 
Program ini diperuntukkan untuk pembangunan sektor pariwisata, pelestarian cagar budaya, dan  situs sejarah serta penguatan kelembagaan adat, SIM- CABUD (Sistem Informasi Cagar Budaya), Wisata jelajah Kampung, Festival Budaya dan seni.

8. Pangkep Peduli 
Merupakan program pemberdayaan gender, membangun rumah kreatif untuk perempuan, memberikan kesempatan kepada disabilitas dengan seluas luasnya, serta memberikan beasiswa bagi mereka dan kesempatan kerja yang sama dengan yang lainnya. Serta fasilitas khusus di setiap tempat pelayanan public, penyediaan  angkutan sampah untuk setiap kecamatan dan bantuan kendaraan pemadam kebakaran di setiap kecamatan, serta bantuan terhadap masyarakat atas dampak Covid-19. 

9. Pangkep Indah
Program ini  prioritas untuk menjadikan kota Pangkajene sebagai kota dengan tata ruang yang hijau dan indah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pangkep meluncurkan program Bersih Lingkungan (Berlian) desa dan kelurahan yang dilaksanakan langsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Launching program ini sekaligus penyerahan bantuan sarana dan prasarana berupa 1 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah untuk masing-masing 65 desa dan 38 kelurahan yang ada di Kabupaten Pangkep. Selain itu, juga pembagian tong sampah sebanyak 100 per desa, dan 150 per kelurahan.

10. Pangkep Religius
Kabupaten Pangkep diharapkan tampil sebagai daerah yang religius, aman dan tertib. Dengan meningkatkan kesejahteraan guru mengaji, imam masjid dan pemandi jenasah, serta akan membangun musala di setiap tingkatan sekolah mulai SD hingga SMP, membangun kampung religious dan pergelaran upacara keagamaan. 

Bagikan