Bupati Pangkep Luncurkan Program Kesehatan 'Sijagai', Pelayanan di Rumah Hingga Satu Dokter Satu Desa

Bupati Pangkep Luncurkan Program Kesehatan 'Sijagai', Pelayanan di Rumah Hingga Satu Dokter Satu Desa

MD
Munjiyah Dirga Ghazali

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Pangkep - Pemerintah Kabupaten Pangkep resmi meluncurkan program unggulan pada pelayanan kesehatan yaitu program, 'Sijagai' Pangkep yang memiliki makna Siap, Jemput, Rawat, Antar, Jaga, dan Peduli.  

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) optimis program ini bisa sukses dalam program 100 hari pemerintahannya. Apalagi, Pangkep Sijagai ini melibatkan 3.265 tenaga kesehatan dari dua rumah sakit - RS Batara Siang dan Rumah Sakit Pratama. Belum lagi  23 Puskesmas, 70 Puskesmas Pembantu. Ada juga dilibatkan lima klinik, 38 unit ambulance, dan satu unit ambulance laut. 

“Kalau semua ini bergerak, maka kita tidak ingin ada lagi mendengar masyarakat Pangkep yang sakit karena tidak ada petugas kesehatan atau tidak dilayani petugas medis,” ujar Yusran, Rabu, 5 Mei 2021.

Yusran menuturkan, program yang diinisiasi Dinas Kesehatan dan RSUD Batara Siang ini merupakan misi Pangkep Hebat di bidang kesehatan. “Dan semua elemen harus mendukung dan mensukseskannya, karena ini merupakan layanan peningkatan akses kesehatan untuk semua lapisan masyarakat,” kata Yusran. 

Bupati menjelaskan, Pangkep Sijagai ini dimaknai sebagai Pangkep yang saling menjaga. Saling menjaga dalam satu rumah tangga, saling menjaga dalam satu rukun tetangga, wilayah, satu desa, kecamatan hingga saling menjaga satu kabuaten Pangkep. “Goldnya bagaimana kita saling menjaga yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sebagai upaya mewujudkan Pangkep Sehat dalam pemerintahan Pangkep Hebat,” katanya.

Direktur RSUD Batara Siang dr Annas menjelaskan, program ini diharapkan bisa menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar, baik dalam hal preventif, promotive, kuratif maupun rehabilitative, memberikan   perlindungan   kepada  masyarakat  dan petugas kesehatan dalam pelayanan serta meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah terhadap keberhasilan  pembangunan kesehatan.

Menurutnya, Pangkep Sijagai ini merupakan program unggulan bidang kesehatan yang dikemas dalam tiga kegiatan, seperti program home care dan home visit yang diaplikasan dalam kegiatan kunjungan petugas medis secara berkala kepada pasien dengan kriteria penyakit kronis berat dan tidak mampu lagi ke sarana puskesmas atau rumha sakit.

 Ada juga program Jemput Antar Ambulance, penanganan kedaruratan medik dan Layanan Panduan Call Center, yakni layanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan medik di tempat dan yang membutuhkan bantuan ambulance akan segera dikunjungi tim yang bertugas. 

“Bila dapat ditangani di tempat maka akan dilakukan penanganan hingga selesai. Bila memerlukan tindakan lanjutan di sarana kesehatan, maka akan segera dievakuasi ke sarana lesehatan terdekat, seperti puskesmas,” ujar Annas yang juga anggota Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Pangkep.

Selain itu, kata Annas, juga ada program Desa Siaga satu Dokter satu Desa. Program ini sebagai rangkaian Sijagai -- setiap desa memiliki satu dokter penanggung jawab, perawat dan bidan serta satu orang asisten hebat yang akan terus memantau kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

 “Bila ada masalah lesehatan maka asisten hebat akan melaporkan ke pemerintah kabupaten melalui Hotline Hebat untuk aksi cepat tanggap. Bidan dan perawat akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab untuk tindakan mediknya. Program ini terutama dititik beratkan pada kasus-kasus kehamilan dan persalinan, gizi buruk dan stunting serta masalah-masalah kesehatan lainnya,” katanya.