Remaja Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Konsumsi Kafein!

Ilustrasi Secangkir Kopi. (Pexels.com/Bella Coffee/free for commercial use)
Ilustrasi Secangkir Kopi. (Pexels.com/Bella Coffee/free for commercial use)

Terkini.id, Pangkep – American Academy of Pediatrcis merekomendasikan bagi remaja sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 100 miligram kafein dalam sehari.

Sebab, mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti gugup, lekas marah, detak jantung cepat, dan kecemasan, Kamis, 22 April 2021, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id.

Berikut lima alasan lagi agar remaja membatasi asupan kafein harian mereka, dilansir dari UNC Health:

1. Minuman berkafein seringkali mengandung kalori kosong.

Banyak minuman berkafein juga mengandung banyak gula dan lemak, misalnya minuman bersoda yang dapat mengambil nutrisi berharga seperti kalsium.

“Jika Anda minum kopi atau teh, kemudian menambahkan susu, gula, atau madu, itu bisa menambah kalori dan gula,” kata Ty G. Bristol, MD, MPH, dokter anak di UNC Pediatrics di Panther Creek.

2. Kafein dapat menyebabkan insomnia

Kafein dapat menyebabkan sulit tidur di malam hari, yang pada akhirnya mengakibatkan insomnia dan kantuk di siang hari.

“Beberapa remaja bisa menjadi gugup, dan kafein dapat menyebabkan insomnia jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak atau larut malam,” sambung Bristol.

3. Kafein memengaruhi jantung dan kepala

Asupan kafein dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang.

“Jika Anda minum terlalu banyak, terutama dari minuman berenergi, maka dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah naik,” lanjutnya.

Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala saat berhenti.

“Seorang anak yang minum terlalu banyak kafein secara terus-menerus dalam dosis tinggi dapat mengembangkan toleransi terhadap kandungan ini,” jelas Bristol lagi.

“Dan kemudian, jika mereka mencoba berhenti akan mengalami gejala penarikan, termasuk sakit kepala berulang,” imbuhnya.

Jadi, penting bagi orang tua untuk tahu berapa banyak asupan kafein yang diminum anak remajanya.

“Terlalu banyak bukanlah hal baik. Kuncinya adalah moderasi,” kata Bristol. Ia juga mengingatkan untuk tidak mencampur kafein dengan obat-obatan atau alkohol.

Baca Juga

Pemerintah: Idulfitri 2021 Jatuh pada Kamis 13 Mei

Kemensos Lanjutkan Bantuan Pangan Non Tunai

MA Batalkan SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah

Syarat Melakukan Perjalanan hingga Sanksi, Larangan Mudik Lebaran 2021

Begini Cara Cetak Online dan Ubah Data Kartu Keluarga

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar