Saran Dokter, Amankah Penderita Maag Puasa Ramadhan

Ilustrasi sakit perut, nyeri haid atau sakit maag. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut, nyeri haid atau sakit maag. (Shutterstock)

Terkini.id, Pangkep – Orang yang memiliki sakit maag kerap kali merasa khawatir akan sering kambuh saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. Tetapi kekhawatiran itu sebenarnya keliru. 

Dokter spesialis penyakit dalam Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., mengatakan bahwa orang yang berpuasa justru kondisi lambungnya jadi lebih sehat. 

“Orang sakit maag karena tidak teratur makan. Kalau dia berpuasa, pasti makannya teratur pada saat sahur dan berbuka,” kata dokter Ari dalam webinar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin, 12 April 2021, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id.

Menurut dokter Ari, orang yang berpuasa juga cenderung lebih memilih camilan yang sehat. Berbeda ketika tidak berpuasa dan memiliki waktu makan lebuh banyak. Sehingga rentan konsumsi bermacam camilan yang terlalu banyak mengandung coklat, keju, lemak, asam, juga pedas.

Dokter Ari mengingatkan bahwa konsumsi makanan berlebihan itu yang bisa mengganggu fungsi lambung. Lebih mampu mengendalikan emosi diri dengan banyak berdzikir selama berpuasa juga punya manfaat bagi kesehatan.

“Itu semua memberikan ketenangan. Jadi orang-orang yang gerd, asam lambung tinggi, pasti asam lambung akan turun karena dia tenang. Tapi kalau cemas, gelisah, itu asam lambungnya akan meningkat. Memang ada teorinya antara otak dan lambung saling berhubungan,” ucap Dekan FKUI tersebut.

Meski demikian, tubuh tetap akan melakukan penyesuaian ketika minggu awal berpuasa. Dokter Ari menyampaikan, pH lambung akan berubah untuk menyesuaikan waktu puasa, sehingga orang yang sakit maag akan merasa tubuhnya tidak nyaman dihari awal puasa.

Ia menyarankan, kondisi itu bisa diatasi dengan mengonsumsi obat lambung selama minggu pertama menjalani puasa. Setelah itu tubuh akan terbiasa dengan sendirinya. 

“Saya selalu sarankan untuk minum obat, konsumsi obat lambung pada minggu pertama untuk penyesuaian. Setelah itu dia bisa lepas. Tetap usahakan konsumsi buah dan sayur, minum air yang cukup 8-10 gelas dengan teratur. Hindari makanan yang banyak mengandung gas, makanan berlemak,” sarannya.

Penelitian pernah dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam Indonesia dr. Deni Kriscahoyo yang membuktikan bahwa puasa justru meningkatkan imunitas tubuh, lanjut dokter Ari. Ia menyampaikan bahwa penelitian tersebut bahkan  telah dilakukan sejak 2003.

“Orang-orang yang berpuasa terjadi peningkatan antioksidan dalam tubuh. Kemudian radikal bebas juga menurun karena makan dikurangi. Itu membawa dampak yang luar biasa pada proses metabolisme. Sehingga antioksidan meningkat dan radikal bebas menurun,” ucapnya.

Baca Juga

Pemda Pangkep Salurkan Insentif Guru Mengaji dan Imam Masjid

ASN di Pangkep Terima Tunjangan Hari Raya

Bupati Pangkep Luncurkan Program Kesehatan ‘Sijagai’, Pelayanan di Rumah Hingga Satu Dokter Satu Desa

Plt Gubernur Terbitkan Surat Edaran Larangan Mudik Bagi ASN Pemprov Sulsel

Pemerintah Sulsel Naikkan Insentif Guru Honorer

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar