Petani Pemula Wajib Tahu, Ini Jenis Pupuk dan Fungsinya

Urban Farming di Jakarta Selatan (Suara.com/ Adit Rianto)
Urban Farming di Jakarta Selatan (Suara.com/ Adit Rianto)

Terkini.id, Pangkep – Pertanian kini tak sekadar menjadi mata pencaharian. Sebagian orang menggeluti dunia pertanian sebagai gaya hidup. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan pertanian lahan sempit kawasan perkotaan atau urban farming.

Tapi jangan salah, hasil dari pertanian jenis ini bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari asal dikelola dengan serius. Salah satunya dengan mengetahui kebutuhan pupuk. Berikut penjelasan jenis pupuk dan fungsinya yang wajib diketahui bagi kamu yang ingin mulai bertani, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id, Kamis, 18 Februari 2021.

Dilansir dari berbagai sumber, pupuk merupakan bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara yang menopang pertumbuhan suatu tanaman. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman seperti C, H, O, N, P, K,Ca, Mg, dan Fe bisa diperoleh lewar pupuk.

Jenis Pupuk

Berdasarkan sumber bahannya, pupuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik dan anorganik.

Menarik untuk Anda:

Pupuk organik diperoleh dari penguraian bahan-bahan alami seperti pupuk kandang dan pupuk kompos. Sementara, pupuk anorganik merupakan pupuk yang dibuat di pabrik dengan cara mengambil bahan-bahan mineral kemudian diproses dan dikemas dengan takaran tertentu. Contoh pupuk jenis ini adalah urea, ZA, dan SP36.

Berdasarkan bentuknya pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair.

Fungsi Pupuk

Secara umum pupuk berfungsi sebagai sumber zat hara untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Pasalnya aktivitas pertanian yang dilakukan secara terus-menerus berpotensi membuat tanah kehilangan unsur hara.

Oleh karena itu, unsur hara perlu dikembalikan dengan pemberian pupuk. Berikut ini rincian kandungan masing-masing jenis pupuk.

1. Pupuk Urea

Pupuk urea dibuat dengan mencampurkan gas amonia dan asam arang. Mengandung 46% N, artinya tiap 100 kg pupuk urea mengandung 46 kg nitrogen.

Pupuk berbentuk kristal yang umumnya berwarna putih dan merah muda untuk jenis pupuk subsidi. Urea juga bersifat higroskopis yang artinya mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman.

2. Pupuk ZA

Pupuk ZA dibuat dari asam belerang dan gas amonium sehingga disebut juga amonium sulfat. Pupuk ini mengandung 21% unsur hara makro nitrogen sebagai kation amonium dan 24% unsur hara makro sekunder sulfur sebagai anion sulfat. Jadi, tiap 100 kg pupuk ZA mengandung 21 kg nitrogen dan 24% sulfur.

Pupuk ini bersifat higroskopis artinya mudah larut dalam air terutama dalam kelembapan 80%. Pupuk ZA umumnya berwarna putih, merah muda, hingga keabu-abuan.

3. Pupuk SP36

Pupuk SP36 dibuat dengan campuran asam sulfat dan fosfat alam. Pupuk jenis ini mengandung 36% P dalam bentuk P2O5 (fosfat), sehingga dalam 100 kg pupuk mengandung 36 kg P (fosfor).Pupuk SP36 juga bersifat tidak higroskopis sehingga dapat disimpan dalam waktu lama meskipun kelembaban tinggi. Pupuk ini berbentuk butiran besar berwarna abu-abu.  

Itu dari penjelasan terkait jenis pupuk lengkap dengan fungsinya. Bagaimana, sudah siap untuk bertani?

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pentingnya Paparan Lingkungan Hijau untuk Anak Agar Menurunkan Risiko ADHD

Kader PDIP yang Jadi Kepala Daerah Diminta Rem Rasa Rakus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar