Pascaputusan Mahkamah Konstitusi, Yusran Lalogau: Mari Membangun Pangkep

Pasangan calon nomor urut 1 (satu) Bupati dan Wakil Bupati Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana (MYL-SS) dalam debat terakhir di Pilkada Pangkep. (media center MYL-SS).
Pasangan calon nomor urut 1 (satu) Bupati dan Wakil Bupati Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana (MYL-SS) dalam debat terakhir di Pilkada Pangkep. (media center MYL-SS).

Terkini.id, Pangkep – Bupati Pangkep terpilih Muhammad Yusran Lalogau, mengajak  calon dan tim sukses lainnya untuk bersama-sama membangun Pangkep.

“Pilkada telah selesai, mari semua calon dan timnya untuk bersama-sama membangun Pangkep. Saya tahu, semua calon memiliki nawaitu (niat) yang sama untuk membangun Pangkep yang lebih baik,” kata Yusran uisa menyimak putusan Mahkamah Konstitusi secara live, Senin, 15 Februari 2021. 

Yusran menambahkan bersama Syahban Sammana (SS) sebagai pasangan Wakil Bupati, mengajak masyarakat untuk memberi masukan dalam membangun kabupaten tiga dimensi ini.

“Saya bersama pak Syahban Sammana butuh dukungan dan masukan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pangkep ini,” katanya.

Dia pun meminta kepada masyarakat Pangkep untuk tidak lagi terpecah belah utamanya bagi lawan politiknya.

Menarik untuk Anda:

“Sekarang kita fokus untuk membangun Pangkep. Terkait panasnya politik harusnya kita sudahi. Kita sekarang harus saling merangkul untuk memajukan Pangkep kedepannya,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan, dengan putusan ini membuktikan bahwa kita tak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan lawan. “Alhamdulillah semua tuduhan yang diarahkan kepada kita tak terbukti. MK telah memutuskan sengketa ini tak bisa dilanjutkan dan gugatan Pemohon digugurkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menolak gugatan perselisihan sengketa Pilkada Kabupaten Pangkep yang diajukan Rahman Assegaf dan Muammar Muhayyang yang disidangkan pada Senin, 15 Februari 2021. 

Perkara nomor 69/PHP.BUP-XIX/2021 dibacakan pada hari ini Senin, 15 Februari 2021.

Dalam sidang Makkamah Konstitusi tersebut, Mahkamah Konstitusi yang dibacakan langsung Ketua Hakim MK Anwar Usman menyatakan konstitusi tidak berwenang mengadili permohonan pemohon.

“Menyatakan Mahkamah Konstitusi tidak berwenang mengadili permohonan pemohon,” kata Anwar dalam sidang MK yang disiarkan secara live di akun Mahkamah Konstitusi RI.

Pada sidang tersebut, kesembilan Hakim Mahkamah Konstitusi memimpin jalannya sidang pengucapan yaitu Anwar Usman, Aswanto, Arief Hidayat,  Wahiduddin Adams, Daniel Yusmic P, Manahan MP Sitompul, Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kenaikan Pangkat Polisi, Kapolres Pangkep: Tidak Semua Polisi Dapatkan Kenaikan Pangkat Pengabdian

Bupati Pangkep MYL Terima Suntikan Vaksin yang Kedua

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar