Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan

Lebih Beragam, Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)
Lebih Beragam, Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Terkini.id, Pangkep – Gambaran penderita serangan jantung identik dengan memegangi dada atau adanya sensasi kesemutan di lengan kiri.

Meski gejala itu memang umum terjadi, tapi serangan jantung juga datang dengan gejala yang beragam, terutama serangan jantung pada perempuan.

Dikutip Suara.com dari Paducahsun, kondisi serangan jantung pada perempuan bisa saja diabaikan atau disalahpahami sebagai kondisi yang kurang mengancam. Padahal kegagalan menyadari serangan jantung sejak awal dapat berakibat fatal, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id, Senin, 15 Februari 2021.

Serangan jantung sendiri terjadi saat aliran darah ke jantung terhambat oleh penumpukkan plak di arteri koroner. Serangan jantung dapat terjadi pada perempuan mana pun.

Meski demikian, perempuan dengan kondisi stres berat, kelebihan berat badan dan perokok aktif menjadi kelompok paling berisiko terkena serangan jantung.

Menarik untuk Anda:

Gejala serangan jantung pada perempuan umumnya lebih halus daripada laki-laki. Beberapa gejalanya antara lain (dan tidak terbatas):

1. Sesak nafas seperti habis lari panjang
2. Persaan ada tali mengikat di punggung atas
3. Pusing
4. Serasa berputar hingga pingsan
5. Kelelahan yang tak biasa
6. Rasa tidak nyaman pada leher, rahang, bahu, punggung ata atau perut
7. Gangguan pencernaan
8. Berkeringat

Pada perempuan, serangan jantung tidak hanya terjadi karena penyumbatan di arteri utama tetapi juga arteri kecil yang memasok darah ke jantung.

Ini disebut sebagai kondisi mikrovaskuler koroner– yang menurut Mayo Clinic, membuat gejala serangan jantung pada perempuan berbeda dengan laki-laki.

Perempuan juga bisa mengalami serangan jantung saat sedang istirahat bahkan tertidur, yang umumnya dipicu oleh stres emosional.

Risiko seorang perempuan untuk mengalami penyakit jantung meningkat jika dia menderita diabetes, mengalami tekanan mental atau depresi, merokok, telah mengalami menopause, mengalami komplikasi selama kehamilan, menderita penyakit inflamasi, dan atau tidak aktif bergerak secara fisik.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Alasan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Seksual Bagi Anak

Oxford Mulai Pengujian Vaksin Covid-19 pada Anak-Anak

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar