Gugatan Ditolak Mahkamah Konstitusi, Ini Kata Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid

Bupati Kabupaten Pangkep Syamsuddin Hamid dalam acara Hari jadi ke-61 tahun Kabupaten Pangkep.(Pangkep.terkini.id).
Bupati Kabupaten Pangkep Syamsuddin Hamid dalam acara Hari jadi ke-61 tahun Kabupaten Pangkep.(Pangkep.terkini.id).

Terkini.id, Pangkep – Bupati Kabupaten Pangkep Syamsuddin Hamid menuturkan terkait putusan Mahkamah Konstitusi pada Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2020, sudah benar.

“Sudah itumi yang benar karena dua calon sudah mengakui kalau nomor 1 itu unggul,” ujar Syamsuddin melalui pesan singkat, Senin, 15 Februari 2021.

Syamsuddin menambahkan, satu permasalahan karena sempat disindangkan di Mahkamah Konstitusi.

“Satu permasalahan, namun selesai juga di MK, dengan tidak mengubah dari hasil 9 Desember 2020,” ujarnya.

Mahkamah Konstitusi menolak gugatan perselisihan sengketa Pilkada Kabupaten Pangkep yang diajukan Rahman Assegaf dan Muammar Muhayyang yang disidangkan pada Senin, 15 Februari 2021. 

Menarik untuk Anda:

Perkara nomor 69/PHP.BUP-XIX/2021 dibacakan pada hari ini Senin, 15 Februari 2021.

Dalam sidang Makkamah Konstitusi tersebut, Mahkamah Konstitusi yang dibacakan langsung Ketua Hakim MK Anwar Usman menyatakan konstitusi tidak berwenang mengadili permohonan pemohon.

“Menyatakan Mahkamah Konstitusi tidak berwenang mengadili permohonan pemohon,” kata Anwar dalam sidang MK yang disiarkan secara live di akun Mahkamah Konstitusi RI.

Pada sidang tersebut, kesembilan Hakim Mahkamah Konstitusi memimpin jalannya sidang pengucapan yaitu Anwar Usman, Aswanto, Arief Hidayat,  Wahiduddin Adams, Daniel Yusmic P, Manahan MP Sitompul, Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih.  

 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kenaikan Pangkat Polisi, Kapolres Pangkep: Tidak Semua Polisi Dapatkan Kenaikan Pangkat Pengabdian

Bupati Pangkep MYL Terima Suntikan Vaksin yang Kedua

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar