Eks Anggota HTI Dilarang Nyalon di Pilpres dan Pilkada

Terkini.id, Pangkep – Draf revisi Undang-Undang tentang Pemilu yang dimutakhirkan pada 26 November 2020. Tertulis di Pasal 182 diatur persyaratan pencalonan. Salah satu poinnya ialah bukan anggota HTI di Pasal 182 huruf pp.

Mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang ikut berpartisipasi menjadi peserta Pemilu dan Pilkada. Mereka tidak diperkenankan mencalonkan diri sebagai presiden/wakil presiden, gubernur/wakil gubernur, wali kota/wakil wali kota maupun bupati/wakil bupati, serta DPR dan DPRD.

“Bukan bekas anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),” bunyi Pasal 182 huruf pp, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id, Rabu, 26 Januari 2021.

Baca Juga: Agenda Rencana Pemilu dan Pilkada, Jabatan Bupati Hanya Periode Sampai...

Penegasan bahwa eks anggota HTI maupun tidak boleh mencalonkan diri sebagai pemimpin wilayah, provinsi maupun negara tercantum dalam Pasal 311 huruf p, Pasal 349 dan Pasal 357.

Dalam tiga pasal tersebut diatur mengenai persyaratan bagi calon presiden/wakil presiden, calon gubernur/wakil gubernur, calon wali kota/wakil wali kota maupun calon bupati/wakil bupati yang harus memiliki dokumen resmi yang menyatakan mereka tidak terlibat HTI sebagai syarat pendaftaran calon.

Baca Juga: Survei: 63,2 Persen Warga Tak Ingin Pilpres, Pileg, Pilkada Digelar...

“Surat keterangan tidak terlibat organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dari kepolisian.”

Bagikan