Begini Bentuk Uang Tertua di Dunia dan Penggunaannya

Cincin perunggu kemungkinan digunakan sebagai perhiasan sebelum dijadikan mata uang [M.H.G. Kuijpers]
Cincin perunggu kemungkinan digunakan sebagai perhiasan sebelum dijadikan mata uang [M.H.G. Kuijpers]

Terkini.id, Pangkep – Ribuan tahun lalu, orang-orang menggunakan benda-benda perunggu seperti cincin leher, bilah kapak, dan batang pipih melengkung yang disebut tulang rusuk sebagai jenis mata uang prasejarah, menjadikannya bentuk uang tertua yang diketahui di dunia.

Para arkeolog baru-baru ini menganalisis lebih dari 5.000 artefak logam kuno yang berasal dari Zaman Perunggu awal (2150 SM hingga 1700 SM) dari sekitar 100 tempat penyimpanan di Eropa Tengah, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id, Sabtu, 23 Januari 2021.

Tim ahli menemukan tumpukan benda serupa, mencakup tulang rusuk dan cincin atau bilah yang ukuran dan beratnya hampir sama.

Keseragaman relatif ini menunjukkan bahwa item tersebut mewakili standar nilai yang diakui dan digunakan sebagai bentuk awal penggunaan uang sejauh utara Skandinavia.

Untuk dianggap sebagai uang, suatu benda kuno pasti telah diproduksi dalam jumlah besar, digunakan untuk pertukaran, dan memiliki standar dalam beberapa hal seperti penampilan atau berat.

Menarik untuk Anda:

“Orang-orang memperdagangkan objek untuk nilainya sebelum Zaman Perunggu,” kata Maikal Kuijpers, asisten profesor arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu, 23 januari 2021.

Sementara dalam uang modern, denominasi koin dan mata uang kertas diproduksi secara massal sehingga hampir identik.

Sebagai perbandingan, cincin, tulang rusuk, dan kapak Zaman Perunggu yang ditinjau untuk penelitian ini kurang seragam.

Tetapi karena peradaban pada saat itu mendahului sistem penimbangan yang canggih, orang-orang kuno kemungkinan besar memperkirakan berat suatu benda berdasarkan seberapa berat (atau seberapa ringan) benda tersebut di tangan mereka.

Dengan kata lain, berat yang tepat dari sebuah objek tidak penting selama objek itu “terlihat identik”.

Kuijpers dan tim arkeolog lainnya mengumpulkan 2.639 cincin, 1.780 tulang rusuk, dan 609 bilah kapak.

Para ahli secara statistik membandingkan bobot menggunakan metode yang didasarkan pada psikofisika, sebuah bidang psikologi yang mengukur bagaimana kita memandang berat dan faktor lain dengan indra.

Perhitungan tim arkeolog mengungkapkan bahwa sebuah benda dengan berat antara 176 dan 217 gram akan dianggap sama beratnya dengan benda seberat 196 gram.

Selain menawarkan sekilas tentang transaksi era Zaman Perunggu, temuan yang telah dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 20 Januari ini juga menimbulkan pertanyaan tentang evolusi kecerdasan manusia dan kemampuan pemecahan masalah bagaimana manusia zaman dulu berpikir tentang hal seperti sistem penimbangan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Akihirnya, Facebook Akan Bayar Konten Berita Perusahaan Media di Australia

Ini Penyebab Laptop Lemot dan Cara Mengatasinya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar