Kebijakan Jam Malam, Pedagang Terang Bulan : Kami Harus Jualan Malam untuk Makan

Terkini.id, Pangkep – Salah satu penjual martabak di Jalan Boulevard, Haris (46 tahun) mengaku melawan kebijakan jam malam di Makassar.

Pemerintah kota disebut membuat aturan yang tidak tepat. Karena berlaku untuk semua jenis usaha. Sementara, pedagang terang bulan dan martabak harus berjualan di malam hari.

“Kami sudah sampaikan keberatan ke Pemkot tapi dijawab nyeleneh, disuruh menjual siang. Kami pun bingung, karena martabak dan terang bulan tidak pernah dijual di siang hari,” kata Haris, dilansir dari suarasulsel.id jaringan terkini.id, Jumat, 1 Januari 2021.

Baca Juga: Satgas COVID-19: Varian Mu Tidak Ditemukan Di Indonesia

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Jika tak jualan, mereka tidak bisa mendapatkan duit, sementara biaya operasional tinggi. Bahan baku yang ada juga mudah busuk.

“Karena kita bukan PNS yang kerja siang lalu tunggu transferan. Kami harus jualan malam, hingga dini hari hanya untuk makan. Bagaimana kalau dilarang jualan,” keluhnya.

Baca Juga: Warga Pulau Tangaya di Pangkep Antusias Menerima Vaksin Moderna

Diketahui, pemerintah Kota Makassar melakukan pembatasan jam operasional tempat usaha dan penutupan pusat keramaian sejak 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Kebijakan tersebut sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang semakin meningkat penularannya di Kota Makassar.

Penerapan jam malam di Kota Makassar belum berjalan maksimal. Masih banyak warga dan pengusaha yang melanggar.

Baca Juga: Anggota Lantas Polres Pangkep Bagikan Masker untuk Pengemudi Ojek dan...

Sepekan berlaku, hampir sebagian besar tempat usaha masih mengabaikan aturan yang diberlakukan Pemkot Makassar tersebut. Di beberapa rumah makan, mereka masih beroperasi di atas jam 19.00 wita.

Hal tersebut terlihat di beberapa warung tenda penjual sari laut dan bakso di Jalan Hertasning dan Cenderawasih. Begitupun di beberapa tempat nongkrong, seperti Anjungan Pantai Losari.

Masih saja ada warga yang berkunjung. Padahal Pemkot Makassar sudah memasang spanduk larangan, tetapi tidak diindahkan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Keamanan Satpol PP Makassar, Pagar Alam mengaku masyarakat memang masih banyak yang membandel. Di Pantai Losari misalnya, petugas jelas-jelas sudah memasang papan bicara agar masyarakat tidak masuk ke anjungan.

“Dan alasannya itu mereka tidak tahu. Padahal segala macam sosialisasi sudah kita lakukan,” kata Pagar Alam, Kamis (31/12/2020)

Penjagaan di area Anjungan pun akan diperketat malam ini. Hasil evaluasi memaksa tim Satpol PP dikerahkan dua kali lipat dari hari biasanya untuk memperketat area Anjungan Pantai Losari.

Kata Pagar Alam, anak buahnya itu akan bersikap lebih tegas. Pasalnya, jika terlalu banyak kelonggaran, ini bisa memicu warga untuk datang semaunya. Dan Anjungan selalu jadi spot utama di Makassar di setiap malam pergantian tahun.

“Kita akan lebih tegas lagi. Kita akan bekerja lebih keras lagi. Kami juga minta warga untuk bersabar. Sebab ini demi kebaikan kita semua,” terang dia.

Begitupun untuk rumah makan, ia bilang beberapa diantaranya terpaksa ditutup paksa karena tak taat.

“Kami bersama kepolisian terpaksa bertindak tegas karena ini demi keselamatan kita bersama. Aturan sudah diedarkan namun masih banyak yang melanggar,” tandasnya.

Bagikan