Jokowi : Semua Penduduk Bakal Mendapatkan Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya melalui video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI, sebagaimana ditayangkan secara daring pada Rabu, 25 November 2020 / [Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya melalui video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI, sebagaimana ditayangkan secara daring pada Rabu, 25 November 2020 / [Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Terkini.id, Pangkep – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluruskan isu kalau penyaluran vaksin Covid-19 hanya bagi penduduk yang terdaftar sebagai peserta BPJS. Jokowi menegaskan semua penduduk bakal mendapatkan vaksin Covid-19. 

Sebanyak 182 juta penduduk Indonesia akan diberikan vaksin Covid-19. Setara dengan 70 persen dari total keseluruhan penduduk, penyaluran vaksin tersebut diharapkan bisa menjalankan upaya herd immunity ke depannya. 

Jokowi menyebut kalau vaksin akan diberikan secara cuma-cuma. Menurutnya vaksinasi nanti akan diberitahukan oleh pihak kelurahan atau puskesmas masing-masing daerah. 

“Bisa membayangkan 182 juta disuntik satu persatu dan juga saya ingatkan, saya sampaikan bahwa pemberian vaksin nanti tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Jokowi saat memberikan bantuan modal kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 18 Desember 2020, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id. 

Bersamaan dengan itu, Jokowi mematahkan isu kalau vaksin Covid-19 hanya diberikan kepada penduduk yang memegang kartu BPJS. Ia membantah isu tersebut. 

Menarik untuk Anda:

“Tak ada kaitannya dengan anggota BPJS. Kan ada isu vaksin hanya untuk yang memiliki kartu BPJS, ndak (tidak). Semuanya seluruh warga bisa mengikuti vaksinasi tapi memang diatur oleh kelurahan atau puskesmas dari dekat kita,” jelasnya. 

Jokowi meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan status kehalalan dari vaksin yang rencananya akan disalurkan mulai Januari 2021. Apalagi dirinya mengetahui kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memantau produksi vaksin tersebut sejak enam bulan lalu. 

“Jadi jangan sampai ada kekhawatiran mengenai halal dan tidak halal vaksin ini. Ini dalam keadaan darurat.”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pentingnya Paparan Lingkungan Hijau untuk Anak Agar Menurunkan Risiko ADHD

Kader PDIP yang Jadi Kepala Daerah Diminta Rem Rasa Rakus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar