Terkini.id, Pangkep - Juru Bicara Tim Muhammad Yusran Lalogau - Syahban Sammana (MYL-SS) Abdul Kadir mengatakan, ada beberapa isu yang masif menyerang MYL-SS selama Pilkada Pangkep, baik sebelum memasuki tahapan kampanye sampai dengan usai tahapan pencoblosan, baik itu di masyarakat dan juga di media sosial.
"Pertama, adalah isu dinasti politik, isu ini jauh sebelum memasuki masa kampanye sangat begitu masif," kata Kadir, Sabtu, 12 Desember 2020.
Isu dinasti, kata Kadir sangatlah tidak masuk akal, mengingat Pilkada ini dipilih oleh masyarakat, bukan ditunjuk langsung.
"Kita bisa bantah itu, karena memang praktik dinasti sangat jauh dalam Pilkada ini," katanya.
Isu kedua, adalah tidak ingin dipimpin anak muda, isu ini juga sangat masif dilakukan untuk menyerang MYL-SS. Kata Kadir, MYL ini adalah anak muda yang memiliki pengalaman politik.
Kadir menambahkan, MYL cukup punya pengalaman di politik, buktinya pernah sebagai Ketua DPRD dan memimpin NasDem sehingga mampu memperoleh delapan kursi di DPRD Pangkep.
"Tren pemimpin dengan anak muda memang sangat momen tahun ini, lihat saja beberapa daerah, kan banyak calon yang anak muda bermunculan," katanya.
Isu ketiga, kata Kadir adalah pupuk langka, isu ini juga sangat masif berkembang di masyarakat begitu juga di media sosial. Tetapi menurut Kadir justeru terbalik, karena program MYL-SS itu sangat menginginkan persoalan-persoalan di petani atau petani tambak bisa diselesaikan.
"Kita bisa lihat saat kampanye, MYL-SS selalu mengatakan akan sebisa mungkin menyelesaikan persoalan-persoalan bagi petani, nelayan," katanya.










