Main Game Bikin Anak Lebih Pemarah?

Ilustrasi remaja bermain game di smartphone. (Pixabay/ natureaddict)
Ilustrasi remaja bermain game di smartphone. (Pixabay/ natureaddict)

Terkini.id, Pangkep – Ketika seorang anak bermain video game, orang tua pasti memikirkan bagaimana bahaya yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Faktanya, penelitian pada Mei lalu oleh perusahaan keamanan siber global Kaspersky menunjukkan bahwa empat dari 10 orang tua dari Asia Tenggara (SEA) percaya anak-anak mereka menjadi “lebih pemarah dari biasanya” setelah bermain game.

Berjudul “More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones”, survei terbaru di antara 760 responden dari wilayah tersebut mengonfirmasi bahwa anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu online karena situasi pandemi covid-19. Sebanyak 63 persen orang tua yang disurvei setuju, sementara hanya 20 persen membantah pengamatan ini, Selasa, 13 Oktober 2020.

“Orang tua saat ini membesarkan anak-anak yang merupakan digital natives, mereka terlahir dengan perangkat digital, dan internet. Kesenjangan generasi tersebut sering menyebabkan miskomunikasi dan skenario ini umum terjadi, ketika seorang anak mengetahui lebih banyak tren dan trik online daripada sang ibu atau ayah,” ujar kata Stephan Neumeier, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam keterangan resminya, dilansir dari suara.com jaringan terkini.id.

Masa lockdown mendongkrak meningkatnya ketergantungan pada internet dan bagaimana orang tua sekarang perlu mengatur waktu bekerja sekaligus parenting pada saat yang sama di dalam rumah mereka.

“Ketakutan orang tua terkait video game terkadang cukup objektif dan terkadang juga sedikit berlebihan. Terdapat beberapa bahaya yang tidak dapat disangkal, tetapi sejumlah penelitian juga menemukan bagaimana bermain game online dapat bermanfaat bagi anak-anak,” tambahnya.

Seperti banyak situasi lainnya, pelarangan bukanlah suatu pilihan. Orang tua tidak boleh melarang aktivitas anak dalam video game, tetapi secara efektif mengontrolnya, menggunakan perangkat lunak khusus dan pengaturan perangkat.

Para orang tua yang tidak mahir bermain game komputer, menanam paham bahwa anak-anak menjadi agresif dari game komputer, sehingga menyerah pada kepanikan dan melarang anak-anak mereka bermain video game.

Perilaku agresif seorang anak tidak didorong oleh video game yang mereka mainkan, tetapi oleh alasan lebih luas. Harus diingat bahwa ada permainan berbeda untuk setiap anak dan usia.

Sebagai solusinya adalah menggunakan peringkat usia (rating). Gunakan perangkat lunak untuk membatasi kemampuan peluncuran game atau konten apa pun yang didasarkan pada
peringkat usia.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Menggunakan 4 Fitur Baru Youtube,Begini Cara Menggunakannya

Begini Cara Meningkatkan Jumlah Followers di Instagram

Berikut Cara Pastikan Akun TikTok Anda Aman dari Tangan-tangan Jahil

Hacker Klaim Berhasil Meretas Akun Twitter Pribadi Donald Trump

Anda Harus Hapus Aplikasi Berbahaya Ini Meski Populer

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar