Dwi Haryadi, Guru Honorer di Malang Nyambi Jadi Tukang Sampah

Guru Honorer
Guru honorer di Malang, Dwi Haryadi, nyambi jadi tukang sampah. (Foto: ACT)

Terkini.id, Jakarta – Kisah perjuangan seorang guru honorer di Malang, Jawa Timur, Dwi Haryadi patut diacungi jempol. Pasalnya, meski bergelar sarjana ia bersedia menjadi tukang sampah.

Profesi tukang sampah tersebut telah dilakoni Dwi sejak masih menjadi mahasiswa semester dua silam.

Bagi Dwi, dua pekerjaan itu merupakan bentuk pengabdiannya kepada orang-orang sekitar.

Melansir tayangan video di kanal YouTube Akso Cepat Tanggap (ACT), Selasa 13 Oktober 2020, Dwi mengaku merantau dari Probolinggo ke Malang sejak 90-an.

Ia pun rela menjadi tukang sampah demi mencukupi biaya kebutuhan hidup serta melanjutkan pendidikannya.

Pada 2011, Dwi akhirnya berhasil lulus kuliah dan meraih gelar sarjana. Selanjutnya, ia mengajar di SD Negeri Saptorenggo 3, Kecamatan Pakis sebagai guru honorer.

Meskipun telah menjadi guru, namun Dwi enggan meninggalkan profesinya sebagai tukang sampah.

“Karena jadi tukang sampah ini juga saya bisa sampai lulus kuliah, jadinya saya teruskan sampai sekarang,” ujar Dwi dalam video yang tayang di kanal YouTube ACT.

Setiap harinya usai salat subuh, Dwi bersiap menuju tempat pembuangan sampah di dekat Velodorm Malang, Jawa Timur.

Setelah itu, ia berkeliling ke kampung-kampung sesuai pembagian wilayah untuk mengambil sampah di sekitar pemukiman perkampungan tersebut.

“Selain ngajar sih banyak sih pekerjaan saya. Contohnya mulai dari Subuh bangun tidur, habis salat kemudian jadi tukang sampah. Ngambil sampah di kampung,” ujarnya.

Ia pun mengaku sudah sekitar 23 tahun mempertahankan profesinya sebagai tukang sampah dan saat ini juga menjalani pekerjaannya sebagai guru honorer.

Tiap pagi setelah menjual hasil sampah, ia lanjut mengajar di SD Negeri Saptorenggo 3, Pakis, Malang, Jawa Timur.

Dwi mengajarkan mata pelajaran bahasa Inggris bagi murid-murid di SD tersebut.

Akai Dwi Haryadi ini patut diacungi jempol. Pasalnya, kendati telah menjadi guru honorer, ia tetap setia mengabdi kepada masyarakat dengan membersihkan sampah di lingkungan warga.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Ide dan Perencanaan MYL-SS Atasi Persoalan Listrik di Pulau Pangkep

Nongrong di Bambu Runcing, MYL Temui Pelaku UMKM dan Musisi Jalanan

Pemerintah Akan Bebaskan Biaya Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Pogram MYL-SS Wujudkan Pemerintahan Profesional, Transparan, Bertanggungjawab

Kemenhub : Minat Masyarakat Berlibur pada Akhir Oktober 2020 Minim

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar