TVRI dan Usee TV Dituntut Minta Maaf dan Ganti Kerugian Hak Cipta Sutradara Ucu Agustin

Salah seorang siswa Belajar dari rumah.
Salah seorang siswa Belajar dari rumah.

Terkini.id, Pangkep – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud meminta maaf kepada sutradara film Sejauh Kumelangkah Ucu Agustin karena menayangkan film tersebut di TVRI tanpa persetujuan resmi.

Film tersebut ditayangkan di stasiun televisi nasional TVRI sebagai salah satu program tayangan Belajar dari Rumah.

Namun, penayangan film Sejauh Kumelangkah ternyata tidak menyertakan persetujuan resmi dari pembuat karya yaitu Ucu Agustin selaku sutradara.

Ucu lantas melayangkan teguran kepada Kemendikbud, TVRI dan platform layanan streaming Usee TV atas penayangan filmnya tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Ucu Agustin mendesak ketiga lembaga tersebut untuk meminta maaf secara publik dan membuka rincian anggaran penggunaan program Belajar dari Rumah Kemendikbud.

“Permohonan maaf secara publik ini menjadi penting sebagai bukti komitmen dan keseriusan Pemerintah pada perlindungan hak cipta dan bukti itikad baik Pemerintah untuk menyelenggarakan Program Belajar di Rumah tanpa merugikan pemilik hak cipta atas film-film yang ditayangkan,” jelas Ucu seperti dilansir di Suara.com jaringan terkini.id.

Ia meminta agar pemerintah membuat Permendikbud sebagai peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas, dengan melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas dan mengatur setidaknya metode pembelajaran yang inklusif, baik pada situasi normal ataupun pandemi, serta kewajiban penyediaan fasilitas dan bahan ajar yg mampu menfasilitasi kepentingan pendidikan yang dibutuhkan untuk seluruh penyandang disabilitas.

Bahkan Ucu juga menuntut Kemendikbud, TVRI dan Usee TV menagganti kerugian materil perihak hak cipta film mereka.

“Kemdikbud bersama TVRI & UseeTV secara tanggung-renteng mengganti kerugian materil sejumlah USD$80.000,” tulisnya.

Menanggapi somasi tersebut, Direktorat Jenderal Kebudayaan lantas mengucapkan permintaan maafnya secara tertulis melalui sosial media mereka.

“Kami memohon maaf atas kesalahan kami dalam menayangkan film Sejauh Kumelangkah pada program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI tanpa persetujuan resmi @ucu_agustin,” tulis Ditjen Kebudayaan.

Mereka menyebut jika film Sejauh Kumelangkah ditayangkan melalui program Belajar dari Rumah TVRI karena mengagkat isu kesadaran disabilitas dan akses terhadap pendidikan inklusif

“Kami berkomitmen untuk merampungkan permasalahan ini secara kondusif agar upaya kita untuk tetap menghidupkan kecintaan terhadap film Indonesia dan juga menegakkan pelindungan hak cipta dapat terus berjalan,” tutupnya.

Berita ini telah tayang: https://terkini.id/komunitas/kemendikbud-tvri-dan-usee-tv-disomasi-dituntut-minta-maaf-dan-mengganti-kerugian-hak-cipta-film/

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kominfo Sebut Grup WhatsApp Sarang Hoaks

Komnas HAM Sebut Ruang Kebebasan Berpendapat, Berekspresi Semakin Menyempit

Penyebab ASN Tidak Netral, MenPANRB: Pertahankan Jabatan Hingga Tekanan dari Atasan

Jurassic Park Komodo Ramai Ditolak, Budayawan Sujiwo Tejo: Karma Itu Keras

Cek Plagiarisme Online dengan Tools Gratis Ini

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar