Bupati Pangkep Resmikan Ponpes Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan di Desa Malaka

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid meresmikan Pondok pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa, Sabtu 3 Oktober 2020. (Ist).
Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid meresmikan Pondok pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa, Sabtu 3 Oktober 2020. (Ist).

Terkini.id, Pangkep – Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid meresmikan pondok pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sabtu 3 Oktober 2020. Ia mengatakan, ilmu agama yang baik akan menjadikan orang berkahlak baik, Minggu, 4 Oktober 2020.

“Tidak ada gunanya pintar kalau tidak ada agamanya. Ada yang baru selesai salat langsung tulis kejelekan orang di media sosial,” kata Syamsuddin.

Dia menekankan pentingnya ilmu agama disamping ilmu lain bagi generasi muda. Syamsuddin mengatakan, tanpa dibarengi koral yang baik, kepandaian bisa tidak bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap pesantren ini mendidik anak-anak kita menjadi pintar, paham agama, beretika dan tahu berterimakasih kepada sesamanya,” katanya.

Ia menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan pesantren ini. “Insyaallah saya bantu Rp200 juta untuk pembangunan masjidnya,” kata Syamsuddin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Jamaruddin menyambut baik hadirnya ponpes ini di Pangkep.

Ia mengingatkan, syarat wajib pendirian ponpes. “Rukun ponpes itu, ada kiyai, santri, masjid, kitab kuning, kitab putih dan asrama. Dan ruh pesantren atau ruhul Ma’had adalah NKRI,” kata Jamaruddin.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pilkada Pangkep, MYL: Nanti Akan Kita Perbanyak Kegiatan Pemuda

Hari Sumpah Pemuda, MYL: Pemuda Sekarang Berjuang Lawan Disinformasi dan Hoaks

Total Konfirmasi Covid-19 di Pangkep Capai Angka 200 Kasus

Pilkada Pangkep, KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sebanyak 236.945

Semen Tonasa Santuni Warga Korban Kebakaran di Desa Taraweang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar