Twitter Pertimbangkan Pasang Tarif untuk Pengguna Akibat Pendapatan Kiat Seret

Terkini.id, Pangkep – Twitter sedang mencari cara baru untuk memperoleh pendapatan dari para penggunanya, termasuk model bisnis yang meminta biaya berlangganan pada para pengguna, setelah pendapatannya dari iklan menurun.

CEO Twitter, Jack Dorsey, dalam konferensi online dengan para pemegang saham, Kamis 23 Juli 2020 lalu, bahwa ada kemungkinan model berbayar ini akan diujicobakan pada tahun ini juga.

“Kita mungkin akan melihat ada beberapa uji coba tahun ini,” kata Dorsey seperti dilansir dari CNN.

Baca Juga: Data Penduduk 279 Juta Bocor di Internet, BPJS Kesehatan: Server...

Dalam laporan keuangan terbaru, Twitter memang melaporkan peningkatan drastis jumlah pengguna. Tetapi di saat yang sama, pendapatan justru menurun, dikutip dari suara.com jaringan terkini.id, Minggu, 26 Juli 2020.

Rumor soal Twitter berbayar sudah santer terdengar pada awal Juli dan dipantik oleh iklan rekrutmen yang mencari karyawan untuk mengembangkan sistem berlanganan.

Baca Juga: Kominfo Juga Blokir Paul Zhang di Facebook, Youtube, dan Twitter

Lebih lanjut kepada para investor Dorsey mengatakan bahwa sistem langganan berbayar tidak akan menjadi satu-satunya sumber pemasukkan. Sumber dari iklan masih akan menjadi salah satu pilihan.

“Kami sungguh yakin ada ruang untuk langganan berbayar yang akan menjadi pelengkap, ada ruang untuk dagang online untuk jadi pelengkap,” beber dia.

Meski demikian hingga saat ini belum ada kepastian soal rencana Twitter berbayar itu.

Bagikan