UNICEF Apresiasi Kepolisian Tangani Kasus Perundungan Anak di Pangkep

Polisi tangkap pelaku perundungan anak di Pangkep

Terkini.id, Pangkep – Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku mengapresiasi Kepolisian Resort Kabupaten Pangkep dengan cepat menangkap pelaku dan menangani kasus perundungan anak yang viral di media sosial.

Sebagai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada perlindungan dan kesejahteraan anak, UNICEF melihat tindakan tegas pihak kepolisian terhadap aksi perundungan ini, merupakan wujud perlindungan negara terhadap anak-anak yang rentan terhadap kekerasan. Tulis surat UNICEF yang ditujukan untuk Polres Pangkep. Senin, 18 Mei 2020.

Surat tersebut juga berisikan, UNICEF saat ini bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep melaksanakan Program Pendidikan Inklusif yang berfokus pada sosialisasi tentang hak anak-anak difabel (different ability/ berkemampuan berbeda) untuk mengakses pendidikan serta penguatan kapasitas sistem dan kurikulum pendidikan inklusif.

Dalam surat itu UNICEF menyebutkan perundungan menjadi salah satu catatan penting, mengenai kerentanan anak-anak difabel.

Salah satu catatan penting mengenai kerentanan anak-anak difabel adalah kerentanan mereka terhadap perundungan karena tidak dipahami, diremehkan dan dikucilkan, serta terabaikannya hak-hak mereka untuk memperoleh keadilan dan perlindungan hukum.

Baca juga:

“Berdasarkan hal tersebut, kami menyambut baik penanganan yang cepat dan tegas di kasus ini yang memberikan kepastian tentang hadirnya hukum di dalam melindungi anak-anak yang masuk dalam kategori rentan,” tulis surat yang ditanda tangani Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja.

UNICEF dalam surat dukungan tersebut, berharap adanya kepastian hukum bagi anak yang menjadi korba perundungan yang terjadi di Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Kami melihat bahwa tindakan cepat dan tegas dari pihak kepolisian di kasus ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali sikap bersama menolak aksi perundungan dan sebagai rujukan adanya jaminan kepastian hukum bagi korban. Kami berharap hal ini bisa berkesinambungan dengan Program Pendidikan Inklusif yang saat ini sementara berlangsung di Pangkep, maupun Program Anti Perundungan yang telah berjalan secara nasional,” tulis surat UNICEF.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkep bersama Satuan Sabhara Polres Pangkep menangkap lelaki Firdaus 26 tahun, pelaku penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Minggu 17 Mei 2020.

Korban dari pelaku Firdaus adalah lelaki RZ 12 tahun yang kesehariannya menjual penganan gorengan termasuk jalangkote.

Kepala Polisi Resort Kabupaten Pangkep, Ajun Komisari Besar Polisi Ibrahim Aji membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pelaku diamankan di Polres Pangkep.

“Pelaku sudah kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Ibrahim.

Diketahui polisi memeriksa sebanyak delapan orang dalam kasus perundungan tersebut.

Komentar

Rekomendasi

11 Pemancing Dilaporkan Hilang di Perairan Pangkep

Upacara Hari Lahir Pancasila Digelar Secara Virtual

Panduan New Normal dari Menkes, Cara Pakai Helm hingga Transaksi

Menaker : Pekerja yang Terkena Covid-19 Berhak Jaminan Kecelakaan Kerja

Koalisi Masyarakat Sipil Sulsel: Tindak Tegas Pelaku Kasus Perundungan Anak di Pangkep

Polres Pangkep Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak yang Viral di Medsos

Positif Covid-19 di Pangkep Bertambah 17 Pasien

Klaim Penyebaran Lokal, Pasien Positif Covid-19 di Pangkep, Bertambah Enam Orang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar